Kamis, 28 Juni 2018

Hal Unik Di Jogja






Jogja adalah kota dengan beragam hal yang unik dan menarik. Biasanya siapapun yang pernah ke Jogja akan merasa kangen dan pengen berkunjung lagi dan ini adalah fakta dari sahabat-sahabat yang pernah kuliah, berlibur atau sekedar singgah di Jogja. Lalu apa saja yang menarik dan istimewa di Jogja? 

Pastinya sangat banyak sekali, mulai dari tempat wisata yang indah, budaya yang kental, suasana kota dan desa, tempat nongkrong yang asik, sampai dengan orang-orang yang ramah. Selain itu juga terdapat menu kuliner yang unik, sederhana namun tetap nikmat untuk disantap. Dan berikut ini adalah beberapa hal unik yang hanya ada dan terjadi di Jogja. Sesuatu yang tidak akan Anda temukan di kota manapun selain di Kota Gudeg ini. 


Dan meskipun hanya sesuatu yang sederhana, namun akan membuat ketika kita berada di luar Jogja akan kembali merindukannya. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Unik, Beberapa Hal Ini Hanya Ada di Jogja. Berikut ini kami rangkum hal-hal unik tentang Jogja untuk Anda.

Kata "Nuwun Sewu" (dalam bahasa Indonesia "Seribu")
Meskipun jika diartikan dalam bahasa adalah seperti uang seribu, namun ini adalah istilah sopan yang digunakan orang Jogja ketika berjalan melewati orang lain yang disegani atau dihormati. Dihormati bukan dalam artian lebih terhormat atau lebih bermartabat tetapi meskipun seumuran atau sederajat biasanya orang Jogja tetap saling menghormati. Jadi arti sebenarnya dari kata "Nuwun Sewu" ini adalah seperti kata "Permisi".

Bahasa Daerah yang Khas dan Mudah Dipelajari
Yang paling di kenal dari bahasa Yogyakarta atau bahasa Jawa adalah Medhok, yaitu penggunaan artikulasi yang sangat jelas sampai-sampai ketika berbahasa Indonesia-pun Modhok ini susah untuk hilang. Dan yang unik dari bahasa Jawa adalah mudah untuk diikuti. Rata-rata mahasiswa luar kota bahkan provinsi yang kuliah di Jogja akhirnya akan mahir juga berbahasa Jawa. Bahkan banyak juga bule yang pintar berbahasa Jawa.

Angkringan Kopi Joss
Jika Anda pernah nongkrong di angkringan kopi joss dekat stasiun Tugu Jogja pasti sudah mengenal menu yang satu ini. Kopi Joss adalah kopi hitam yang nantinya akan di kasih arang yang masih menyala hingga terdengar bunyi "Joss". Mungkin Anda akan heran, apakah tidak aneh ada arang hitam di dalam minuman. Namun nyatanya banyak sekali yang menyukainya karena memang terasa lebih nikmat untu pecinta kopi. Kopi Joss, di angkringan ini juga tersedia berbagai menu kuliner yang sederhana seperti sate ati rempelo, nasi kucing, dll. Dan suasana nongkrong disini juga terasa asik karena akan selalu ramai di setiap malamnya, juga akan dihibur oleh musisi jalanan yang kreatif.

Punya Banyak Sebuatan Nama Kota
Mungkin hanya kota Yogyakarta saja yang memiliki banyak sekali nama sebutan. Nama paling populer dan mungkin sudah mendunia adalah Jogja. Selain nama itu masih banyak lagi sebutan untuk kota Gudeg ini. Seperti: Yogya, Jogjakarta, Djogja, Ngayogyakarta, Ngayogyakarta Hadiningrat, Yoja/Yojo. Apakah kota lain memiliki sebutan yang sebanyak ini? Selain nama lain tersebut masih juga ada julukan seperti: Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Seniman, Kota Bakpia dan lainnya.

Orang Jogja disebut Orang Jawa
Yang kita tau adalah Jawa itu memiliki beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Solo dan lainnya. Namun ketika orang Jogja berada di kota lain semisal di Jakarta maka dia akan disebut orang Jawa atau dari Jawa, padahal Jakarta sendiri berada di Jawa. Unik bukan? Hal ini sepertinya dikarenakan bahasa daerah di Jogja adalah bahasa Jawa.

Oseng-Oseng Mercon
Mercon adalah petasan. Dan kuliner ini disebut Oseng-Oseng Mercon karena memang rasa pedasnya yang luar biasa. Jika Anda pernah mengicipi kuliner ini pasti sudah tau betapa dahsyat rasa pedasnya sampai-sampai air liur bisa menetes sendiri. Dan yang unik adalah, rata-rata yang pernah menyantap hidangan ini tidak akan kapok dan suatu saat pasti akan mencobanya lagi.

Sate Kere
Apakah sate ini khusus untuk orang kere/miskin? tentu tidak. Banyak orang menengah keatas yang menyukai kuliner ini. Diberi nama sate kere karena memang penyajian yang ala kadarnya dan dengan harga yang sangat murah, tapi jangan khawatir karena bumbu sate ini tetap nikmat dan pasti halal. Disajikan bersama dengan lontong sayur membuatnya semakin nikmat.

Ada Istana Presiden
Kita tau bahwa ibukota Indonesia adalah Jakarta dan Presiden juga berada disana. Namun ternyata di Jogja juga terdapat istana presiden tepatnya di Jalan Ahmad Yani Yogyakarta, daerah Malioboro.

Jembatan Kulon Progo
Di Kulon Progo Yogyakarta terdapat jembatan yang tidak mempunyai pilar ditengahnya. Jembatan model tersebut ternyata hanya terdapat 2 buah di dunia. Jembatan sepanjang 96 meter ini mulai beroperasi sejak tahun 1957 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Pantai, Kraton, Tugu, dan Merapi berada dalam 1 garis lurus.
Dilihat dari satelit ternyata Pantai Parang Kusumo, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus. Filosofinya bahwa tugu merupakan simbol “manunggaling kawulo gusti” yang berarti bersatunya antara rakyat dengan penguasa. Merapi dan pantai merupakan titik api dan air. Kraton yang dibangun ditengah merapi dan pantai merupakan titik keseimbangan antara keduanya. Kraton merupakan titik keseimbangan vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal dilambangkan oleh laut selatan yang menggambarkan hubungan antara manusia dan manusia. Sedangkan keseimbangan vertikal dilambangkan oleh gunung merapi yang menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta.

Nah itulah beberapa hal unik yang hanya ada di Jogja. Sebenarnya masih banyak lagi sesuatu yang menarik tentang Jogja. Untuk Anda yang pernah berada di Jogja mungkin akan merindukan hal-hal tersebut. Keramahan orang Jogja terhadap para pendatang juga menjadikan suasana kota semakin nyaman. Silahkan berkunjung kembali ke Jogja

Jumat, 16 Desember 2016

Monas ( Monumen Nasional )

Inilah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki), didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Monumen yang dibangun oleh Presiden Soekarno ini bermahkotakan lidah api yang dilapisi lembaran emas.

Monas adalah tempat wisata di Jakarta yang paling populer, sekaligus pula salah satu kebanggaan Republik Indonesia. Monumen yang diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R.M. Soedarsono ini terbuka untuk umum setiap hari sejak jam 8 pagi hingga 3 sore, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Di bagian dasar Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia pada kedalaman 3 meter. Museum ini berukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung hingga 500 orang. Terdapat lift yang akan membawa Anda ke puncak Monas setinggi 115 meter, Anda dapat menyaksikan panorama Jakarta dari puncaknya. Kapasitas lift menampung paling banyak 11 orang sekali angkut dan pelataran puncak Monas maksimal dapat menampung hingga 50 orang.

Tiket masuk Tugu Monas adalah sebesar Rp 5 ribu per orang (dewasa), mahasiswa Rp 3 ribu, dan anak-anak Rp 2 ribu. Untuk menggunakan lift ke puncak Monas, Anda dapat membayar tiket lift sebesar Rp 10 ribu per orang (dewasa) atau mahasiswa Rp 5 ribu.

Kamis, 15 Desember 2016

Resep Sate Padang Khas Pariaman

Dari berbagai jenis sate yang ada di Indonesia, sate padang adalah salah satu yang cukup digemari. Makanan yang satu ini juga menjadi makanan favorit bagi masyarakat padang dan sekitarnya. Namun jika anda bukan orang Padang, anda juga bisa merasakan nikmatnya sate padang. Karena saat ini di beberapa kota banyak terdapat penjual sate padang. Jika di kota anda ternyata tidak ada, tidak usah khawatir karena anda bisa membuatnya sendiri dirumah. Cara membuat sate padang ini tidaklah begitu sulit anda tinggal menyiapkan daging sapi dan aneka bumbu yang mudah didapatkan. Oke gak usah panjang lebar, langsung saja simak langkah-demi langkah resep dan cara membuat sate padang berikut ini:





Bahan-bahan yang digunakan:


  • 250 gram jantung sapi
  • 250 gram lidah sapi 
  • 1500 ml santan encer dari 1 butir kelapa
  • 100 gram tepung beras
  • 100 gram gajih (lemak sapi) 
  • 100 ml minyak goreng 
  • 5 sendok makan bawang goreng 
  • 3 biji kapulaga putih 
  • 3 biji cengkeh 
  • 1 batang kayu manis 
  • Ketupat secukupnya
Bumbu Kuah Sate

  • 3 siung bawang putih 
  • 3 buah bawang merah 
  • 2 cm lengkuas 
  • 3 buah cabe merah keriting 
  • 2 ruas jari jahe 
  • 3 butir kemiri 
  • 1 sendok teh lada 
  • 1/2 sendok teh jinten 
  • 1/2 sendok teh adas 
  • 1/2 sendok makan ketumbar 
  • 50 gram kacang tanah yang sudah digoreng 
  • Garam secukupnya
Cara Memasak
  1. Rebus santan bersama dengan daging jerohan dan lidah, serta masukkan cengkih, kayu manis, kapulaga dan garam hingga setengah matang
  2. Panaskan minyak, lalu tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang. Kemudian tumisan bumbu tadi dimasukkan ke dalam rebusan daging, masak dengan api kecil hingga semua bahan empuk
  3. Larutkan gajih sapi kemudian tambahkan minyak goreng dan biarkan hingga gajih mencair
  4. Angkat daging jerohan, selanjutnya potong tipis melintang kemudian tusuk dengan menggunakan tusukan sate
  5. Saring air kaldu, masukkan larutan tepung beras dalam rebusan kaldu tersebut, masak sambil diaduk-aduk hingga mengental
  6. Celupkan sate ke dalam minyak gajih sapi, kemudian baar serentak, lalu angkat
Cara Penyajian

  • Sajikan Sate Padang dengan ketupat dan taburkan bawang goreng secukupnya.

Selamat Mencoba

Comments system

Disqus Shortname